Manajemen Risiko
INALUM mengelola risiko secara terintegrasi untuk menjaga keberlangsungan bisnis, mengantisipasi tantangan, dan memastikan setiap keputusan dapat mendukung penciptaan nilai jangka panjang.
Pengelolaan Risiko untuk Mendukung Sasaran Perusahaan
INALUM telah menetapkan Peraturan Direksi Nomor PER-006/DIR/2024 tentang Kebijakan dan Pedoman Penerapan Manajemen Risiko sebagai pedoman bagi Perusahaan dan anak perusahaan. Pedoman ini menyeragamkan dan mensinergikan praktik manajemen risiko untuk mengoptimalkan kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan merespons risiko serta memanfaatkan peluang dalam mencapai sasaran perusahaan. Pedoman mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara serta prinsip manajemen risiko sesuai ISO 31000:2018.
Untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko dalam mencapai target dan tujuan perusahaan, INALUM membentuk Tim Manajemen Risiko Departemen (TMRD). Pengelolaan risiko dan mitigasinya didukung sistem aplikasi SIMRI (Sistem Informasi Manajemen Risiko). Berdasarkan penilaian maturitas manajemen risiko oleh pihak independen pada tahun buku 2023, INALUM memperoleh skor 2,93 dari skala 5 (kategori Praktik yang Baik).
Top Risk INALUM (Persero) Tahun 2024
INALUM (Persero) mengidentifikasi risiko-risiko utama (Top Risk) yang penting dan berdampak bagi Perusahaan untuk tahun anggaran 2024. Penentuan Top Risk dilakukan melalui metode top-down berdasarkan arahan Kementerian BUMN dalam Aspirasi Pemegang Saham dan arahan Manajemen MIND ID, serta metode bottom-up, termasuk arahan Manajemen INALUM (Persero), Macro Environment and Global Business Outlook, dan asumsi RKAP 2024. Dari proses identifikasi dan penetapan tersebut, Top Risk dikelompokkan ke dalam taksonomi MIND ID sebagai berikut:
Penetapan KPI Anak Usaha dan Monitoring Kinerja setiap bulan.
Financial Support (if necessary)
Monitor penyelesaian proyek di Anak usaha
Assist untuk Strategic resourcing dan strategic marketing
Monitoring Proyek Setiap Bulan
Persiapan dan Pemenuhan segala Kelengkapan Operations Readiness
Pendampingan melalui konsultan.
Bekerjasama dengan ahli pertanahan.
Mendapatkan dukungan dari KBUMN dan Kementerian terkait.
Ketepatan Waktu Pengadaan dan kedatangan Sparepart
Meminimalkan breakdown maintenance
Menjaga Kualitas sparepart